Screenshot_609

9133b27c-77aa-4a94-be87-7d360b853e01

71288722_10217829019749902_7754450555417657344_o
Kelompok 2 (Andreas & Christina) mempresentasikan materi “Membedah Buku – Menemukan Tesis” pada matakuliah Academic Writing. Dosen Pengampu: Prof. Dr. Amos Neolaka, Prof. Dr. WBP. Simanjuntak, Dr. Daniel Nuhamara, M.Th, Dr. Dien Sumiyatiningsih.

BAGAIMANA MEMBACA BUKU TEKS AKADEMIK?
Bagian 1: Membedah Teks, Menemukan Tesis

Shore, Zachary. Grad Schools Essentials: A Crash Course in Scholarly Skills. California: University of California Press, 2016; Adler, Mortimer J. dan Charles van Doren. How to Read a Book. New York: A Touchstone Book, 1972.

Download PDF

Linear Reading: Model Baca Pada Umumnya, sebagai Kegiatan Membaca secara Pasif

Pada umumnya orang membaca dengan cara urut, berkelanjutan, dari awal hingga akhir, -inilah yang disebut dengan cara baca linear, linear reading. Shore berkata bahwa model cara baca model ini merupakan model cara baca yang tanpa target, tidak terencana dan tanpa metode; -ini sama halnya dengan model membaca buku daftar telepon (Yellow Page), mencari nama “andreas” yang musti harus membaca dari “aa…”, “ab…”, “ac…” hingga “ana…”, “anb…”, dan “and…” Model cara baca seperti ini juga disebut sebagai cara baca pasif.

 

Temukan Tesis Dahulu, Jangan Membaca Isi Secara Keseluruhan: Prinsip Utama & Pertama Membaca Buku Teks Akademik.

Prinsip utama dan pertama dalam membaca buku teks adalah menemukan tesis, -pemikiran utama yang sedang dikemukakan oleh pengarang. Tentu ini bukan berarti tidak membaca secara keseluruhan isi buku. Menemukan tesis harus dilakukan terlebih dahulu ketimbang membaca isi secara keseluruhan, alasannya adalah: [1] dunia akademis adalah selalu tentang kemampuan menangkap argumen-argumen dan mahasiswa diharuskan mampu berdialog (merespon, memberi komentar, mengkritik) dengan argumen-argumen itu (dissecting and critiquing a text); [2] menghindari terjadinya logolapsia, keadaan lelah atau menderita pada diri pembaca oleh karena pembaca membaca terlalu banyak bacaan sehingga tidak lagi mampu mengemukakan pokok pikiran (tesis) yang sedang disampaikan oleh pengarang buku. Pada tingkat pendidikan tinggi, membaca harus dipahami sebagai kegiatan memahami pemikiran (jalan pikir) seorang tokoh, pengrang itu, -bukan sekedar memperoleh informasi umum.

 

Membaca secara Aktif: Lima Langkah Membedah Teks untuk Menemukan Tesis

Langkah 1 – Pahami Judul dan Sub-Judul Buku
Langkah 2 – Pada Daftar Isi, pahami struktur berpikir pengarang
Langkah 3 – Baca bagian akhir buku.
Langkah 4 – Baca bagian awal buku, yaitu Kata Pengantar & Pendahuluan
Langkah 5 – Bidik bagian-bagian terpenting yang telah dibatasi pada langkah 1-4

Penjelasan:

Langkah 1 – Pahami Judul dan Sub-Judul Buku
Judul buku merupakan clue yang mewakili tesis seorang tokoh pengarang. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pembaca adalah menemukan informasi yang dikandung dalam judul dan sub-judul. Judul buku dengan tanda baca titik dua, akan lebih memudahkan pembaca dalam menemukan wilayah atau ranah bahasan si pengarang. Contoh: Alkitab: Karya Sastra yang Teologis. Dari judul buku tersebut, pembaca akan langsung dapat menangkap wilayah bahasan si pengarang, yaitu bahwa pada bukunya itu, si pengarang membahas tentang Alkitab dari perspektifnya sebagai karya sastra yang bersifat teologis, -bukan yang lain.
Langkah 2 – Pada Daftar Isi, Pahami Struktur Berpikir Si Pengarang

Berikutnya, beralihlah ke bagian Daftar Isi. Daftar isi tidak boleh dipahami sebagai paparan untuk menunjukkan hal apa pada halaman berapa. Bagian Daftar Isi adalah struktur bangunan pemikiran si pengarang yang merupakan penopang-penopang untuk tesis atau pokok pemikiran pengarang itu. Dapat diibaratkan begini: Sebuah bangunan gereja yang megah dengan kubah yang menjadi iconnya. Kubah yang ada di puncak adalah tesis si pengarang, dan pilar-pilar gedung gereja adalah daftar isinya. Bagian Daftar Isi adalah sebagai map, peta untuk menuntun pembaca menuju kepada tesis si pengarang.

Pada Daftar Isi biasanya terdapat judul bab dan sub-judul bab. Ketika pembaca membaca dan menyimaknya, ibarat mesin scanner yang sedang melakukan scanning, secara otomatis akan muncul gambaran visual perkiraan lokasi atau titik yang merupakan bagian penting yang dikemukakan oleh si pengarang, yang memuat rumusan-rumusan, dalil-dalil yang menghantarkan pembaca kepada tesis pengarang.

 

Langkah 3 – Baca Bagian Akhir Buku.

Tesis atau pokok pikirian si pengarang dari buku-buku akademik (-bukan buku novel) biasanya ada pada bagian akhir. Namun yang dimaksud “bagian akhir” tidak berarti selalu pada bagian yang paling terakhir, namun yang pasti tidak jauh-jauh dari bagian paling akhir itu. Yang pasti, pada buku-buku akademik, pengarang meninggalkan kita bersama dengan ide pokok pikiran/ tesisnya. Dapat saja pengarang melakukan itu dengan membuat satu kalimat pernyataan atau dalam bentuk satu paragraf. Dengan demikian pada tahap ini tugas kita adalah menemukan golden paragraph. Pengarang bisa saja dengan tegas mengemukakan tesisnya pada satu sub-bab khusus dengan judul “kesimpulan.” Jika memang seperti itu, pembaca langsung dapat menangkap tesis pengarang itu.

Tidak berhenti di situ saja! Setelah menemukan golden paragraph, pembaca harus melakukan penyataan ulang dengan bahasanya sendiri dan lakukan pencatatan (restate and write down).

 

Langkah 4 – Baca Bagian Awal Buku, yaitu Bagian Kata Pengantar & Pendahuluan

Yang harus dilakukan selanjutnya adalah membaca bagian Kata Pengantar dan Pendahuluan. Dengan membaca bagian ini pembaca akan diarahkan untuk menemukan tesis penulis. Kita mungkin bertanya, apa beda langkah ini dengan Langkah 3? Mengapa membaca bagian Kata Pengantar dan Pendahuluan tidak menjadi langkah awal? Jawabnya adalah sebagai berikut: Pada Langkah 3 pembaca idealnya sudah menemukan tesis si pengarang. Langkah 4 adalah sebuah upaya atau kegiatan untuk mengkonfirmasi atau memvalidasinya, dengan cara memperhadapkan konklusi/ kesimpulan dengan pendahuluan. Idealnya, Langkah 3 dan 4 akan membawa pembaca pada tesis yang sama. Namun jika tidak, maka pembaca harus mengulangnya lagi dengan lebih cermat. Konklusi pada Langkah 3 harus tetap pada posisinya menjadi patokan.

 

Langkah 5 – Bidik bagian-bagian penting yang telah dibatasi pada langkah 1-4

Langkah 1-4 akan mengarahkan pembaca menemukan bagian terpenting, yakni bagian-bagian yang berisi argumen-argumen utama si pengarang yang menjadi pilar-pilar bagi tesisnya. Bagian inilah yang juga harus ditangkap oleh pembaca. Dengan demikian pembaca mendapatkan tesis dan argumen-argumen penting dari tokoh, si pengarang buku.

 

———– ooo O ooo ———–

208 total views, 4 views today