Screenshot_606
Andreas Christanto berfoto bersama dengan Yogi Prihartoro, Ustadz Muhamad Ardyansyah, Kyai Abdul Aziz dan staf perpustakaan Z. Handiman Library setelah kegiatan.

Pusat Penelitian dan Pengkajisan Semitik Moriah (P3SM) bersama dengan Sekolah Tinggi Teologi Moriah (STT Moriah), pada hari Rabu, 18 September 2019 menyelenggarakan kegiatan Kajian Tematik Akademis dengan Tema “Urgensi Dialog Kristen-Islam Demi Terciptanya Kesalingpahaman,” bertempat di Gedung ARA Center lantai 6, Gading Serpong, dengan pembicara Yogi Prihartoro (Ketua P3SM) dan Ustadz┬áMuhamad Ardyansyah (Ketua GP ANSOR Kecamatan Tambun Bekasi dan Aktivis dari Gusdurian). Kegiatan ini dihadiri sebanyak kurang-lebih 110 orang dari mahasiswa dan dosen STT Moriah, serta mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Suasana keakraban yang hangat dan saling mengenal terjadi pada kegiatan ini, terbentuk kesadaran bersama untuk berani mengintrospeksi keyakinan masing-masing serta mengedepankan persamaaan sebagai saudara sebangsa demi persatuan bangsa Indonesia.

Satu pernyataan menarik dikemukakan oleh Ustadz Muhamad Ardyansyah pada kegiatan ini:

Indonesia adalah negara yang didirikan, -bukan ditaklukkan. Oleh sebab itu, Indonesia tidak didominasi oleh satu agama tertentu seperti negara-negara taklukan lain, melainkan tetap pada kesadarannya semula ketika didirikan, yaitu menghormati semua agama dan keyakinan.

141 total views, 1 views today