chip666

Wahyu 13:16-18

13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Teks Wahyu 13:16-18 sering ditafsirkan seperti ini:

“Pada suatu saat nanti akan terjadi penyatuan ekonomi dunia. Pihak yang berkuasa pada waktu itu adalah Antikris. Kepada setiap manusia -pada tangan atau dahinya akan diberi tanda, dan tanpa menerima tanda itu manusia tidak akan bisa hidup oleh karena tidak bisa membeli dan menjual, -tanda itu adalah chip. Hal ini telah dimulai dengan ditemukannya chip berukuran mikro juga penggunaan barcode. Orang Kristen yang menerima tanda atau chip itu berarti mengkhianati imannya, menyangkal Yesus, oleh sebab itu diwajibkan menolaknya!”

Kira-kira begitu bukan?

Terhadap produk tafsir yang semacam itu, hendaklah kita kritis dan bertanya:

  1. Bagaimana ceritanya, kok sekonyong-konyong kata “tanda” dihubungkan, diinterpretasikan dan dimaknai sebagai “chip”? Terasa sekali ada lompatan pemikiran yang membuat kita gusar, serasa tidak masuk di akal kita.
  2. Kalau itu memang betul “chip” (kalau memang betul…) kenapa kok musti ditempatkan di tangan dan di dahi? Kenapa kok gak di lutut/ dengkul? Bisa kan chip diletakkan di dengkul?
  3. Sama seperti nomor 1 di atas, bagaimana ceritanya, sekonyong-konyong kata bilangan “666″ dihubungkan, diinterpretasikan dan dimaknai sebagai “barcode”?
  4. Ketika Kitab Wahyu ditulis oleh penulisnya (entah siapa pun dia), apakah si penulis sudah mengetahui (dan ada gambaran di benaknya) bahwa  itu adalah benda chip dan barcode? Tentu jika kita mejawab “iya” berarti kita musti memberi tepuk tangan.

Tafsiran seperti ini adalah produk dari Kelompok Futuristik. Siapakah dia/ mereka? Mereka adalah setiap orang yang memahami bahwa Kitab Wahyu adalah kitab ramal, tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan, entah sejauh apa masa depan itu. Jadi jika anda, para pembaca adalah orang dengan pemahaman bahwa Kitab Wahyu adalah sebagai kitab ramal tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan, maka, anda adalah termasuk dalam kelompok ini. Dalam faktanya, kelompok ini adalah kelompok yang paling sering memunculkan kegaduhan gereja, karena membuat menjual isu-isu tentang pengajaran akhir zaman yang terus-menerus direvisi tanpa konsistensi.

Lalu bagaimana? Bagaimana cara memahami kata tanda, tangan dan dahi? Apa arti masing-masing kata itu? Dari mana harus kita mulai, dan bagaimana kita memulainya?

1. PAHAMI LOKALITAS (SIFAT KELOKALAN) TEKS

Apa yang kita sebut dengan Kitab Wahyu saat ini dulunya ya adalah karya sastra; -karya sastra sekolompok orang, -pada satu tempat, -pada satu masa tertentu. Kitab Wahyu adalah produk sastra masyarakat Kristen-Yahudi pada abad I dalam konteks mereka sebagai kelompok masyarakat yang terjajah. Kita, pembaca masa kii musti berangkat dari sini dan harus mendudukkan ini terlebih dahulu dengan benar dan ketat.

274 total views, 1 views today