akhirzamman

Pendahuluan

Istilah akhir zaman merupakan istilah populer di kalangan Kristen, yang secara umum selalu dipahami sebagai akhir dari kehidupan fisik dunia, kehancuran bumi atau alam semesta seperti yang digambarkan oleh film-film akhir zaman produk Holywood. Hal akhir zaman,  -yang dalam pemahaman seperti itu, menjadi satu materi pengajaran gereja yang paling banyak laku khususnya di kalangan pentakostal-kharismatik, sampai-sampai menjadi satu materi primer yang sering diseminarkan bahkan menjadi visi-misi gereja. Ini menjadi fenomena menarik di kalangan pentakostal-kharismatik. Pertanyaan kritis yang perlu diajukan atas fenomena ini adalah:

  1. Bagaimana  Alkitab (PL dan PB) berbicara soal akhir zaman?
  2. Benarkah akhir zaman dalam Alkitab adalah soal kehancuran bumi dan alam semesta seperti yang digambarkan oleh film-film Holywood?
  3. Bagaimana cara yang benar memahami istilah akhir zaman sesuai bingkai/ konteksnya, yaitu konteks Alkitab?

 

Istilah Akhir Zaman Merupakan Istilah Umum Pada Masa Yesus & Rasul-Rasul

Kita perlu sadar diri bahwa istilah akhir zaman merupakan istilah yang sudah popular pada masa Yesus dan Rasul-rasul. Kitab-kitab Injil mencatat bahwa Yesus dan murid-murid pada masa itu telah mendiskusikan soal akhir zaman. Rasul Paulus dalam surat-suratnya banyak kali menyebut akhir zaman. Rasul Petrus dalam suratnya pun juga menyebut akhir zaman. Di bawah ini adalah beberapa contoh penyebutan istilah akhir zaman pada masa Yesus dan Rasul-rasul yang menunjukkan dan juga sekaligus membuktikan bahwa akhir zaman merupakan istilah dan konsep yang sudah umum dikenal dan dipahami pada masa itu:

  • Penyebutan istilah akhir zaman yang diucapkan oleh Yesus pada saat itu menurut kesaksian catatan-catatan Injil Sinoptik:
    • Mat 13:37-43 — Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia (Yesus) menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman (συντέλεια αἰῶνός; baca: suntelia aionos) dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman (συντέλεια αἰῶνός; baca suntelia aionos). Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
    • Mat 28:18-20 — Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku (Yesus) menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (συντελείας τοῦ αἰῶνος ; baca: suntelias tou aionos).”
    • … juga penyebutan-penyebutan oleh Yesus yang dicatat oleh Injil Markus, Lukas dan Yohanes.
  • Penyebutan istilah akhir zaman  oleh Rasul Paulus dalam suratnya pada saat itu:
    • I Korintus 10:11 — Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba (τὰ τέλη τῶν αἰώνων κατήντηκεν; baca: ta tele ton aionon katenteken).
  • Penyebutan istilah akhir zaman yang oleh Rasul Petrus dalam surat-suratnya pada saat itu:
    • I Petrus 1:5 — Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir (ἐν καιρῷ ἐσχάτῳ; baca: en kairo eskhato).
    • I Petrus  1:20 — Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir (ἐσχάτου τῶν χρόνων; baca: eskhatu ton khronon).
    • II Petrus  3:3 — Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir (ἐσχάτων τῶν ἡμερῶν; baca: eskhaton ton hemereon) akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
  • Penyebutan istilah akhir zaman yang oleh Penulis Surat Ibrani dalam suratnya pada saat itu:
    • Ibrani  1:2 — maka pada zaman akhir ini (ἐσχάτου τῶν ἡμερῶν: baca: eskhatu ton hemeron) Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
    • Ibrani  9:26 — Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir (συντελείᾳ τῶν αἰώνων; baca: suntelia ton aionon) untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.

Jika “akhir zaman” merupakan istilah dan konsep yang sudah umum dipahami pada masa Yesus dan Rasul-rasul, lalu, pada masa itu, itu istilah untuk menunjuk apa? konsep tentang apa?

 

Akhir Zaman dari Apa? Akhir Zaman dari Penzamanan  70 x 7 Masa Daniel

Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah:

  1. Jika akhir zaman merupakan istilah dan konsep yang sudah umum dipahami pada masa Yesus dan Rasul-rasul, lalu, pada masa itu, itu istilah untuk menunjuk apa? konsep tentang apa?
  2. Disebut akhir zaman, akhir dari zaman apa?

Pertanyaan di atas menyadarkan kita yang ada di masa kini, bahwa akhir zaman pada teks-teks Alkitab harus dipahami pada konteks masa itu, karena istilah dan konsep itu sudah dikenal dan dimengeti secara umum pada masa itu, –tidak dapat dan tidak boleh diartikan sebagai akhir zaman dalam konteks masa kini atau masa datang sehingga dikarang cerita-cerita drama tentang peristiwa-peristiwa yang sedang/ bakal terjadi yang selalu dikait-kaitkan dengan kehancuran alam semesta, yang selanjutnya menimbulkan konsekuensi fatal yaitu menganggap kitab Wahyu sebagai kitab/ buku ramalan tentang peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi di masa depan.

Istilah dan konsep akhir zaman pada masa Yesus dan para rasul ada latar belakang historisnya, tidak tiba-tiba muncul begitu saja di masa itu. Apa latar belakang historisnya? Konsep Penzamanan 70 x 7 masa Daniel (Dan 9:24-27), sebagai peristiwa yang akan terjadi menjelang peristiwa besar, yaitu hadirnya Kerajaan Allah Semesta Langit (Dan 2:44 & 4:3). Ada dua peristiwa yang harus diperhatikan urutan terjadinya:

  1. Peristiwa Utama, yaitu hadirnya Kerajaan Allah Semesta Langit;
  2. Peristiwa 70 x 7 Masa, sebagai peristiwa yang akan mendahului atau terjadi sebelum Peristiwa Utama (no. 1 di atas).

Kerajaan Allah Semesta Langit dengan ciri-ciri seperti yang digambarkan pada Dan 2:44, -tidak akan binasa sampai selama-lamanya; -kekuasaan tidak akan beralih lagi ke bangsa-bangsa lain; -akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya; -tetap/ kekal; -model kerajaan itulah sebagai Kerajaan Ideal yang diharapkan oleh orang-orang Yahudi pada masa itu (mulai dari masa Daniel sampai Yesus), -sudah dikenal secara umum pada masa itu dengan istilah/ konsep מלכות אלם (baca: malkut olam) yang berarti Kerajaan Kekal, terambil dari Dan 4:3.

Namun sebelum peristiwa  מלכות אלם / malkut olam/ Kerajaan Kekal tersebut terjadi, ada peristiwa zaman 70 x 7 masa yang terjadi lebih dahulu atau mendahuluinya, seperti yang tertulis pada Dan 9:24-27. Zaman 70 x 7 masa itu terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu: 7 x 7 masa; 62 x 7 masa dan 1 x 7 masa, yang (dapat kita anggap) sama dengan 70 x 7 masa atau 490 masa, hampir sama/ kurang lebih 490 tahun.

Di hitung dari mana? Titik start-nya kapan? Pada peristiwa apa? 490 tahun dari peristiwa apa? Dan 9:25-27 dengan jelas menyatakan dari mana dan bagaimana harus menghitungnya.

9:25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.
9:26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”

Bagian teks Dan 9:25 yang berbunyi “dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali” menunjukkan dengan jelas bahwa yang dimaksud adalah peristiwa pembangunan Yerusalem pasca pembuangan dari Babilonia, pada zaman Ezra, pada tahun 457 SM.

490 tahun dari tahun 457 SM adalah tahun 33. Dengan kata lain 70 x 7 masa Daniel dimulai dari tahun 457 SM dan berakhir pada tahun 33 M, yang merupakan tahun-tahun Yesus dan para murid/ rasul. Sekarang, kita menjadi mengerti bahwa sangatlah wajar masa Yesus dan rasul-rasul hidup disebut sebagai akhir zaman, yakni akhir dari Penzamanan 70 x 7 Masa Daniel.

Lalu bagaimana setelah itu? Apa yang terjadi setelah masa akhir zaman berakhir? Apakah Kerajaan Kekal atau מלכות אלם / malkut olam/ terjadi? Jawabnya adalah YA!. מלכות אלם / malkut olam/ Kerajaan Kekal terjadi,  yang dalam Perjanjian Baru disebut dengan dua istilah bahasa Yunani yang berbeda: [1] η βασιλεια των ουρανων / he basileia ton ouranon/ Kerajaan Sorga dan [2]  Η Βασιλεία τοῦ Θεοῦ / he basileia tu theu/ Kerajaan Allah dengan Yesus sendiri sebagai Raja-nya. Nantikan artikel saya berikutnya.

 

Kesimpulan

Dari paparan penjelasan di atas di dapat beberapa butir kesimpulan sebagai berikut:

  1. Istilah akhir zaman telah popular pada masa Yesus dan murid-muridnya. Pembaca di masa kini  harus memahami istilah dan konsep akhir zaman  biblikal sesuai dengan konteks pada masa itu, -tidak boleh memberi arti baru untuk diartikan ke masa kini atau ke masa depan. Harus dibaca sesuai dengan konteks/ bingkai waktu yaitu pada masa itu.
  2. Istilah akhir zaman dalam Alkitab mengacu pada konsep Penzamanan 70 x 7 Masa Daniel, yakni akhir dari Penzamanan 70 x 7 masa Daniel.
  3. Istilah akhir zaman dalam Alkitab tidak berbicara soal akhir dunia, kerusakan dan kehancuran bumi dan alam semesta seperti yang digambarkan oleh film-film produk Holywood, karena memang konteksnya adalah Penzamanan 70 x 7 masa Daniel. Lagipula, kata κόσμος (baca: kosmos) yang berarti dunia/ alam semesta sama sekali tidak pernah digunakan dan dikaitkan dengan kata έσχατος (eskhatos) yang berarti akhir. Ini membuktikan bahwa konsep akhir zaman biblikal memang bukan tentang kehancuran bumi dan alam semesta. Kata έσχατος selalu dikaitkan dengan χρόνος (waktu) atau ἡμέρα (hari) yang menunjukkan akhir dari sebuah masa, yaitu masa penzamanan 70 x 7 masa Daniel.
  4. Zaman 70 x 7 masa Daniel sudah lengkap, selesai terjadi pada masa lalu. Akhir zaman sudah berlalu!

 

545 total views, 1 views today