hinson

Hinson menyebutkan bahwa kebanyakan para ahli mengenal atau mengelompokkan 3 (tiga) jenis bercerita dalam laporan-laporan Alkitab, yaitu: [1] Mitos; [2] Legenda; [3] Sejarah.1

  1. Mitos adalah cerita yang disusun oleh orang-orang di zaman Israel Purba, sebagai usaha menjelaskan kehidupan sebagaimana yang mereka ketahui. Mitos adalah cerita yang tidak didasarkan atas ingatan-ingat orang tentang peristiwa-peristiwa aktual. Sebagai contohnya adalah cerita penciptaan dan taman Eden pada Kej 1-3. Cerita-cerita tersebut memang berharga namun bukan laporan sejarah, oleh sebab itu janganlah kita berusaha memperlakukannya sebagai laporan-laporan sejarah.2
  2. Legenda adalah cerita yang didasarkan pada ingatan-ingatan manusia tentang para leluhur atau kejadian-kejadian yang menyangkut diri mereka. Cerita-cerita seperti ini tersimpan lama dalam ingatan maupun dalam tradisi lisan sebelum dicatat secara tertulis. Cerita-cerita semacam ini terus-menerus diceritakan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Seringkali cerita itu barulah ditulis ratusan tahun kemudian sesudah peristiwa yang dilaporkan itu telah terjadi. Sebagai akibatnya laporan tertulis tersebut seringkali berbeda dalam beberapa hal, dari peristiwa yang sebenarnya.3
  3. Sejarah adalah suatu laporan mengenai peristiwa-peristiwa aktual yang terjadi di masa lampau dan yang dilaporkan secara tertulis beberapa waktu kemudian setelah peristiwa itu berlangsung, ketika para pelaku dan saksi-saksinya masih hidup dan mereka masih mengingat peristiwa tersebut. 4

Penjelasan Hinson di atas dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Mitos adalah cerita-cerita yang tidak didasarkan pada ingatan maupun juga tidak pada laporan tertulis, yang dibuat dengan tujuan menjelaskan kehidupan sebagaimana yang diketahui orang-orang kuno pada zaman dahulu.
  • Legenda adalah cerita-cerita yang hanya didasarkan pada ingatan saja, dan tidak didasarkan pada laporan tertulis.
  • Sejarah adalah cerita-cerita mengenai peristiwa aktual di masa lampau dan yang dilaporkan secara tertulis.

Penjelasan Hinson ini sangat penting dalam studi Perjanjian Lama khususnya dalam meneliti perjalanan sejarah bangsa Israel. Ini merupakan usaha ilmiah yang digunakan untuk meneliti sejarah perjalanan bangsa Israel, yang tidak hanya sekedar meyakini catatan sejarah versi Alkitab, namun lebih melibatkan informasi-informasi di luar Alkitab yang nantinya digunakan sebagai konfirmasi, pembanding, bahkan penguat terhadap catatan sejarah versi Alkitab tersebut, apalagi jika faktanya memang benar.

Oleh sebab itulah pada zaman ini teologi benar-benar memerlukan bantuan dari keilmuan lain, yakni ilmu sejarah dan arkeologi yang digunakan sebagai tools atau alat dalam menyelidiki dan mengkonfirmasi cerita-cerita, khususnya cerita sejarah dalam Alkitab.

Mengelompokkan cerita-cerita Alkitab dalam 3 kelompok tersebut, yaitu mitos, legenda dan sejarah bukan berarti tidak mempercayai Alkitab sebagai Firman Tuhan, namun merupakan sebuah upaya menyelediki bagaimana proses pembentukan cerita. Firman Tuhan tidak hanya dapat disampaikan melalui atau dari cerita sejarah saja, melainkan juga dapat disampaikan melalui mitos dan legenda.

1,083 total views, 2 views today

  1. David F. Hinson, Sejarah Israel pada Zaman Alkitab (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1984), 8-9.
  2. Hinson, Sejarah Israel pada Zaman Alkitab, 8.
  3. Hinson, Sejarah Israel pada Zaman Alkitab, 9.
  4. Hinson, Sejarah Israel pada Zaman Alkitab, 9.